Rabu, 14 September 2016

HUT RI yang ke-71



Publik berharap Gloria Natapradja kembali jadi Paskibraka
Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2016 di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8).
Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2016 di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8). © Bagus /Kemenpora.go.id
Rambutnya ikal, berhidung bangir, dengan wajah tirus. Kulitnya sedikit legam, agaknya karena terbakar sinar matahari selama seleksi dan latihan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Demikian sosok Gloria Natapradja Hamel (16). Foto gadis blasteran Sunda-Prancis itu kerap menghiasi laman-laman media daring, sejak Senin (15/8).
Gloria tak memilih untuk lahir dari pasangan berbeda kewarganegaraan. Ibunya, Ira Natapradja adalah warga negara Indonesia, sedangkan ayahnya Didier Hamel menyandang warga negara Prancis. Isu kewarganegaraan itulah yang menggugurkan Gloria sebagai anggota Paskibraka.
Mestinya, besok (17/8), Gloria akan bertugas sebagai anggota Paskibraka dalam upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di Istana Negara, Jakarta. Namun murid SMA Islam Dian Didaktika Cinere, Depok itu terpaksa menelan pil pahit, jelang pengukuhan anggota Paskibraka, Senin (15/8).
Gloria yang memiliki paspor Prancis, dianggap bukan warga negara Indonesia. Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Kepastian status kewarganegaraan Gloria, termuat dalam surat Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, bertanggal 15 Agustus 2016. Surat itu menjelaskan bahwa Gloria memiliki paspor Prancis nomor 14AA66042, yang berlaku sampai 19 Februari 2019.
Pun terjelaskan bahwa orang tua Gloria, tidak pernah mendaftarkan permohonan kewarganegaraan untuk anaknya ke pihak imigrasi Indonesia. Pendaftaran itu merupakan bagian dari prosedur mendapatkan kewarganegaraan Indonesia untuk anak yang lahir dari orang tua berbeda kewarganegaraan.
Seperti dilansir Kompas.com, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku pihaknya "kecolongan" dalam kasus Gloria. Adapun status kewarganegaraan Gloria, kata Imam, baru terdeteksi sepekan setelah calon anggota Paskibraka mengikuti pelatihan di Cibubur, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar